Seperti dilansir The Independent, Rabu (26/1/2016), Tinsley lahir di Inggris, dan menghabiskan masa kecilnya di Selandia Baru. Pada saat itu, wanita cantik ini memiliki minat yang besar di ilmu astronomi. Beranjak dewasa, Tinsley pindah ke Texas, Amerika Serikat pada 1970 silam.
Tinsley menikah dengan suaminya Brian Tinsley yang merupakan teman sekampusnya. Di waktu yang bersamaan, ia akhirnya ditawari beasiswa di Center for Advanced Studies Texas dan mendapat gelar PhD, Profesor Astronomi di Universitas Yale.
Kontribusi Tinsley di dunia astronomi pun bisa dibilang sangat besar. Karyanya diklaim membantu pemahaman para astronom mempelajari perkembangan galaksi dari masa ke masa.
Bahkan, ia mengaku banyak dipengaruhi teori Big Bang dan mampu mengubah metode standar yang biasanya digunakan untuk menentukan galaksi berjarak jauh.
Tinsley sempat menerbitkan beberapa makalah yang begitu berpengaruh di dunia astronomi. Sayang, pada 23 Maret 1981 silam, ia meninggal dunia karena penyakit kanker yang menggerogotinya, setelah 10 hari tulisan terakhirnya dimuat di jurnal.
Sumber: liputan6.com
home
Home
Post a Comment