PENGARUH
FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP
EARNING PER SHARE (EPS)
(Studi
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI)
Ø Latar Belakang Masalah
Dengan
perkembangan ekonomi yang mulai tumbuh dan teknologi yang pesat pada dewasa
ini, maka setiap perusahaan membutuhkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini
penting bagi berbagai pihak, seperti pemilik perusahaan, manajemen, atau bank.
Selain itu jika kita kaitkan dengan pesatnya perkembangan pasar modal di
Indonesia, perusahaan-perusahaan yang bertransaksi di pasar modal selalu
melampirkan laporan keuangan dalam prospektusnya. Hal ini dimaksudkan agar
pihak-pihak ekstern perusahaan seperti : kreditur, bank dan investor dapat
mengetahui keadaan dan perkembangan serta kondisi keuangan perusahaan
sehubungan dengan modal yang akan ditanamkan atau kredit yang akan diberikan.
Saham
menjadi salah satu alternatif investasi di pasar modal yang paling banyak
digunakan oleh para investor karena keuntungan yang diperoleh lebih besar dan
dana yang dibutuhkan investor untuk melakukan investasi tidak begitu besar jika
dibandingkan dengan obligasi. Tujuan perusahaan melakukan investasi saham
adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dengan cara
memaksimalkan nilai saham perusahaan yang pada akhirnya akan mencerminkan harga
saham tersebut.
Dalam Profitabilitas,
Stabilitas dan besarnya Earning yang diperoleh oleh suatu perusahaan
akan menentukan apakah perusahaan tersebut dibenarkan untuk menarik modal
dengan beban tetap atau tidak. Suatu perusahaan yang mempunyai “Earning”
yang stabil akan selalu dapat memenuhi kewajiban finansialnya sebagai akibat
dari penggunaan modal asing. Sebaliknya perusahaan yang mempunyai “Earning”
tidak stabil akan menanggung resiko tidak dapat membayar beban bunga atau tidak
dapat membayar angsuran-angsuran utangnya pada tahun-tahun atau keadaan yang
buruk, sehingga dapat memperkecil pendapatan per lembar saham. Dalam Financial
Leverage penggunaan sumber dana tetap yang memiliki beban tetap seperti
hutang jangka panjang dan modal saham dengan harapan bahwa akan memberikan
tambahan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.
Dalam
statusnya sebagai perusahaan publik dan merupakan perseroan yang bergerak dalam
bidang sektor konsumsi barang industri, perusahaan memiliki tujuan
memaksimalkan nilai perusahaan atau nilai saham perusahaan di pasar modal.
Untuk itu Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI dituntut bisa lebih mandiri,
baik dalam hal manajemen perusahaan maupun dalam pembiayaan investasi guna menghadapi
perkembangan industri dimasa yang akan datang.
Pilihan
sumber dana yang akan digunakan dalam perusahaan mempunyai dampak terhadap
pendapatan per lembar saham (Earning Per Share), hal ini dapat dilihat
bila perusahaan menggunakan banyak modal dari hutang jangka panjang berarti
adanya kewajiban tetap berupa pembayaran bunga pinjaman dan ini akan mengurangi
pendapatan per lembar saham. Namun pada kondisi pencapaian laba sebelum bunga
pinjaman dan pajak (Earning Before Interest and Tax) tertentu justru
penggunaan hutang jangka panjang sebagai pilihan sumber dana memberi pendapatan
per lembar saham yang lebih besar di bandingkan bila menggunakan modal sendiri
yang berasal dari saham biasa.
Penggunaan
modal pinjaman (hutang) dalam srtuktur modal perusahaan di tinjau dari bidang
manajemen keuangan, merupakan penerapan kebijakan Financial Leverage,
dimana perusahaan membiayai kegiatannya (operasionalnya) dengan menggunakan
modal pinjaman serta menanggung beban tetap dengan alasan terbatasnya modal
sendiri, ingin meningkatkan rentabilitas modal sendiri dan lain-lain.
Analisis
Financial Leverage adalah suatu analisis yang dipergunakan sebagai penggunaan
aktiva atau dana, untuk penggunaan tersebut perusahaan harus menutup biaya
tetap dengan harapan untuk memperbesar pendapatan atau laba perusahaan.
Selain
meningkatkan pengembalian bagi investor, diterapkannya kebijakan Financial
Leverage akan meningkatkan nilai hutang perusahaan, yang berarti perusahaan
yang bersangkutan harus menanggung biaya modal dan resiko finansial yang lebih
tinggi atau meningkatkan resiko keuangan (Financial Risk) perusahaan.
Modal menjadi lebih tinggi karena perusahaan selain harus membayar pinjaman pokok,
juga harus membayar bunga pinjaman rutin sampai hutang tersebut jatuh tempo
dengan kata lain perusahaan akan terbebani bunga pinjaman yang pada akhirnya
dapat membebani laba bersih dan arus kas perusahaan.
Perusahaan
manufaktur yang terdaftar di BEI memenuhi kebutuhan modalnya dengan menggunakan
modal pinjaman dari luar perusahaan yang berarti perusahaan melakukan kebijakan
Financial Leverage. Hal ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan nilai
perusahaan dimana salah satu hasil yang diharapkan adalah meningkatnya Earning
Per Share.
Ø Variabel
Penelitian ini digunakan dua
variabel, yaitu variabel independen (bebas) yang terdiri dari, financial
leverage, sedangkan variabel dependen (terikat) yaitu earning per share:
a.
Variabel
Independen (Bebas)
Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi
atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
(terikat). Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Financial
Leverage (X)
b.
Variabel
Dependen (Terikat)
Variabel dependen sering disebut variabel terikat,
merupakan variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini variabel
dependennya adalah Earning Per Share
(Y).
Ø Operasionalis
Variabel
Definisi Operasional adalah definisi yang
didasarkan atas sifat-sifat haopel yang didefinisikan yang dapa diamati
(diobservasi). Konsep dapat diamati atau diobservasi ini penting, karena hal
yang dapat diamati itu membuka kemungkinan bagi orang lain selain peneliti
untuk melakukan hal yang serupa, sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti
terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.
Tabel 2. Operasionalis Variabel
Konsep Variabel
|
Indikator
|
Rumus
|
Financial
Leverage
(x)
|
-
Total
Hutang
-
Total Asset
|
|
Earning
Per Share
(y)
|
-
Laba bersih setelah pajak
-
Junlah saham yang beredar
|
Ø Hipotesis
:
: ada pengaruh secara signifikan antara Financial
Leverage dengan Earning Per Share
:
tidak
ada pengaruh secara signifikan antara Financial Leverage dengan Earning
Per Share
Kriteria uji :
Jika
>
maka
diterima
Jika
<
maka
ditolak
Ø Populasi
dan Sampel
1.
Populasi
Populasi yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejumlah 4 perusahaan.
2. Sampel
Sampel dalam penlitian ini adalah
laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, sebanyak 40 laporan keuangan dari 4 perusahaan selama
10 tahun dari 2004-2013. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini
adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria
tertentu. Kriteria yang digunakan penulis dalam penelitian ini antara lain :
1) Perusahaan manufaktur produksi
makanan/minuman yang menyediakan laporan keuangan dan terdaftar di BEI dari
tahun 2004-2013.
2) Perusahaan manufaktur yang
menyediakan earning pher share tidak sampai minus (loss earning per
share)
Tabel 1. Perusahaan Manufaktur Yang memenuhi
Kriteria
NO
|
NAMA
PERUSAHAAN
|
1
|
PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk.
|
2
|
PT. MAYORA INDAH Tbk.
|
3
|
PT. SIANTAR TOP Tbk.
|
4
|
PT. ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING
COMPANY Tbk
|
home
Home
Post a Comment