Pasar modal
di negara berkembang termasuk Indonesia, umumnya dangkal dan rentan terhadap
pergerakan harga yang tiba-tiba. Imbasnya, dapat merusak integritas sistem
keuangan bank sentral.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, ketika dihadapkan dengan sentimen investor negatif, likuiditas di pasar modal dapat kering secara cepat. Ini menyebabkan penjualan panik (panic selling) dan efeknya menular pada kekacauan dan ketidakstabilan pasar keuangan.
"Seperti terlihat dalam sejumlah krisis yang mempengaruhi ekonomi yang terjadi dalam dua dekade terakhir," tuturnya kala memberikan sambutan di acara BI-World Bank Joint International Conference Dealing With the Challenges of Macro Financial Linkages in Emerging Markets, di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali, Kamis (1/12/2011).
Dengan kata lain, lanjut Darmin, sistem keuangan negara-negara berkembang cenderung terlalu lemah untuk menyerap arus masuk modal yang signifikan, sehingga kualitas aset menurun dan sektor keuangan pun menjadi rapuh.
"Kondisi ini akan lahan subur bagi krisis, terutama dalam disiplin pasar dalam rezim yang optimal dan pengawasan submiskin," tukas dia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, ketika dihadapkan dengan sentimen investor negatif, likuiditas di pasar modal dapat kering secara cepat. Ini menyebabkan penjualan panik (panic selling) dan efeknya menular pada kekacauan dan ketidakstabilan pasar keuangan.
"Seperti terlihat dalam sejumlah krisis yang mempengaruhi ekonomi yang terjadi dalam dua dekade terakhir," tuturnya kala memberikan sambutan di acara BI-World Bank Joint International Conference Dealing With the Challenges of Macro Financial Linkages in Emerging Markets, di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali, Kamis (1/12/2011).
Dengan kata lain, lanjut Darmin, sistem keuangan negara-negara berkembang cenderung terlalu lemah untuk menyerap arus masuk modal yang signifikan, sehingga kualitas aset menurun dan sektor keuangan pun menjadi rapuh.
"Kondisi ini akan lahan subur bagi krisis, terutama dalam disiplin pasar dalam rezim yang optimal dan pengawasan submiskin," tukas dia.
home
Home
Post a Comment