News Update :
Home » , » Makalah-Budgeting Hutang

Makalah-Budgeting Hutang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Seiring perkembangan jaman yang semakin pesat maka diikuti pula dengan perkembangan dalam dunia usaha. Setiap perusahaan bersaing untuk meningkatkan kualitas dan eksisensinya di pasar. Untuk mampu bersaing di pasar maka setiap perusahaan harus berusaha untuk memperluas akses pasar dan berkembang untuk menjadi perusahaan yang lebih besar. Sehingga manajemen perusahaan harus mampu berpikir kedepan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan diawal yaiutu untuk memperoleh laba dan mempertahankan kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan pengawasan yang memadai.
Salah satu usaha perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalah dengan perluasan pasar yang menyebabkan peningkatan pada seluruh kegiatan perusahaan, baik dalam bidang produksi, pemasaran maupun pengembangan yang lainnya. Meningkatkan aktivitas perusahaan akan menyebabkan kebutuhan modal kerja yang meningkat. Modal kerja dapat diperoleh salah satunya melalui utang, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang.
Utang yang timbul dalam suatu perusahaan perlu dikelola dengan baik agar pemanfaatan dari utang dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Selain hal tersebut kita juga perlu untuk merencanakan anggaran utang. Menyusun angaran utang penting bagi perusahaan untuk memanajemen utang yang dimiliki sehingga frekuensi penambahan utang dan pembayaran utang dapat dilakukan dengan lancar dan mampu memberikan kontribusi kelancaran terhapad aktivitas perusahaan.

1.2             Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam paper ini terdiri dari :
a.      Apakah pengertian anggaran hutang?
b.       Apakah manfaat dari penyusunan anggaran utang?
c.       Faktor apakah yang mempengaruhi anggaran utang ?
d.      Data dan informasi apa saja yang digunakan untuk menyusun anggaran utang?
e.      Bagaimanakah ilustrasi dalam menyusun anggaran utang ?

1.3             Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
a.      Untuk mengetahui apa itu anggaran hutang.
b.       Untuk mengetahui manfaat dari penyusunan anggaran utang.
c.       Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi anggaran utang.
d.      Untuk mengetahui data dan informasi yang digunakan menyusun anggaran utang.
e.      Untuk mengetahui ilustrasi dalam menyusun anggaran utang .


BAB II
PEMBAHASAN

2.1             Pengertian Anggaran Utang
Yang di maksud dengan anggaran utang (payable budget) ialah Anggaran yang direncanakan secara sistematis dan lebih terperinci tentang jumlah utang beserta perubahannya dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama periode tertentu yang akan datang. Dari pengertian tersebut dapatlah diketahui bahwa anggaran utang selain menunjukan jumlah utang perusahaan pada suatu saat tertentu, juga menunjukan perubahanya (mutasinya), baik berupa tambahan utang baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan (sebagai pihak debitur). (Munandar 1985)
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang kebalikan dari piutang. Utang adalah kewajiban debitor (peminjam) untuk melaksanakan sesuatu kepada kreditor (pemberi pinjaman) selama jangka waktu tertentu. ( M.Nafarin, 2007 )
Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi. Pembelian–pembelian secara kredit ini dilakukan karena dapat mengurangi kebutuhan modal kerja perusahaan. Biasanya pembelian kredit semacam ini dilakukan dengan para pedagang pemasok (suplier) yang memang sudah menjadi langganan tempat membeli.

2.2              Kegunaan Anggaran Utang
Menurut Munandar, kegunaan pokok anggaran utang secara umum adalah sebagai berikut:
a.       Sebagai pedoman kerja
Anggaran utang memberikan arah dalam menentukan berapa jumlah utang dan perubahannya (mutasinya), baik berupa tambahan utang baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.
b.      Sebagai alat manajemen untuk koordinasi kerja
Anggaran berfungsi sebagai alat manajemen untuk mengkoordinasikan kerja seluruh bagian dalam perusahaan berkaitan dengan perencanaan jumlah utang sehingga dapat mengurangi kebutuhan modal kerja perusahaan demi kelancaran jalannya perusahaan menjadi lebih terjamin.
c.       Sebagai alat menajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja.
Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi jumlah utang perusahaan nanti. Dengan demikian perusahaan dapat membandingkan antara apa yang tertuang dalam anggaran, dengan apa yang telah dicapai sehingga dapatlah dinilai. Dari analisis perbandingan tersebut akan dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.
    Seringkali kegunaan umum semacam ini disebut sebagai kegunaan manjerial, karena berkaitan erat dengan fungsi manajemen, terutama di bidang perencanaan (planning), pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan (controlling). Sedangkan secara khusus, anggaran utang berguna sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Kas, karena pelunasan utang tersebut akan merupakan pembayaran atau pengeluaran yang mengurangi kas.

2.3              Manfaat anggaran utang
Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan cara membuat anggaran utang. Dengan anggaran utang dapat diketahui saat utang tersebut diterima dan saat utang dibayar.
Menambah utang jangka pendek maupun jangka panjang dimaksudkan untuk ekspansi, yaitu memperluas kegiatan perusahaan, memperluas kegiatan produksi, memperluas kegiatan pemasaran dengan tujuan memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
Utang jangka pendek digunakan sebagai modal kerja, yaitu untuk membiayai kegiatan rutin sehari-hari seperti membeli bahan baku serta membayar gaji dan upah. Dengan bertambahnya utang jangka pendek berarti bertambah pula bahan baku yang dibeli atau barang dagangan yang dibeli.
Utang jangka panjang digunakan untuk membiayai asset tidak lancar seperti memperoleh bangunan, mesin dan peralatan lainnya. Utang jangka panjang diperlukan sebagai akibat bertambahnya kebutuhan utang jangka pendek untuk modal kerja. Bahan baku bertambah berarti kegiatan produksi meningkat dan harus diimbangi dengan menambah bangunan dan peralatan yang diperlukan dalam proses produksi dimana ekspansi ini pembiayaannya bersumber dari utang jangka panjang. Bila keperluan investasi seperti menambah bangunan adan alat produksi dibelanjai dari utang jangka pendek, hal ini dapat mengganggu likuiditas dan mengganggu kelancaran membayar kewajiban yang segera harus dibayar.
Dengan peningkatan kegiatan produksi dan pemasaran sebagai akibat peningkatan pembelanjaan dengan utang dapat memperbesar laba. Dari segi pemasaran hal ini dapat merebut peluang pasar, sedangkan dari segi produksi dapat menurunkan harga pokok produk sehingga harga jual menjadi lebihrendah. Semakin tinggi tingkat produksi maka semakin rendah biaya tetap per unit. Artinya semakin tinggi tingkat produksi maka semakin banyak bahan baku yang dibeli dan semakin banyak bahan baku yang dibeli maka semakin banyak kesmpatan untuk mendapatkan harga bahan baku per unit yang lebih murah. Oleh karena itu, dapat menurunkan biaya variable per unit, karena bahan baku adalah salah satu unsur biaya variable yang pokok. Hal tersebut akan memperbesar volume barang yang dijual dan dapat memperbesar laba, yang pada akhirnya dapat meningkatkan rentabilitas ekonomis.

2.4             Faktor yang mempengaruhi anggaran utang
Factor yang mempengaruhi anggaran utang adalah :
a.       Ekspansi
b.      Struktur Modal
A.Ekspansi
Setiap perusahaan yang ingin menerapkan going concern atau tetap berjalan dan sukses maka haruslah berusaha untuk dapat selalu berkembang. Berkembangnya suatu perusahaan selalu menyangkut masalah pembelanjaan. Perusahaan yang mengadakan ekspansi selalu membutuhkan tambahan modal. Kebutuhan modal untuk keperluan ekspansi semakin lama semakin besar karena sifat ekspansi perusahaan yang dilakukan scara berangsur-angsur.
Pada umumnya ekspansi hanya membutuhkan tambahan modal kerja karena perusahaan bekerja pada kapasitas produksi yang sudah ada. Namun apabila kemudian perusahaan harus menambah alat produksi atau membangun pabrik baru maka kebutuhan modalnya akan bertambah. Pada ekspansi ini selain dibutuhkan tambahan modal kerja juga dibutuhkan tambahan modal tetap. Dengan demikin pengertian ekspansi itu dimaksudkan sebagai perluasan modal, baik perluasan modal kerja saja maupun modal kerja dan modal tetap, yang digunakan secara tetap dan terus menerus di dalam perusahaan. Perluasan modal ini dapat memperbesar utang.
Apabila ekspansi perusahaan berdasarkan atas pertimbangan untuk memperbesar atau menstabilisasi laba yang diperoleh, maka ekspansi tersebut Karena motif ekonomi. Hal ini terjadi misalnya karena semakin besarnya permintaan terhadap barang atau jasa yang dibuat oleh suatu perusahaan. Makin luas pasar bagi produknya mendorong perusahaan tersebut untuk memperbanyak produksinya guna mengimbangi tambahan permintaan atau tambahan luas pasar. Makin besar jumlah produk yang dijual berarti makin besar kemungkinan perusahaan untuk mendaat laba, sehingga setiap pemimpin perusahaan mempunyai harapan untuk dapat selalu mengembangkan dan memperluas perusahaannya.
Disamping motif ekonomi atau motif rasional yang diuraikan diatas, terdapat motif lainnya yaitu motif fsikologis. Motif psikologis adalah motif yang berdasarkan atas ambisi personal dari pemilik atau pemimpin perusahaan untuk memperoleh prestise dan kekuasaan yang lebih besar.
Masalah yang penting dalam ekspansi ialah masalah penentuanbesarnya optimal perusahaan. Besarnya optimal perusahaan berbeda disetiap perusahaan bahkan dalam satu perusahaanpun efisien maksimal dari tenaga kerja, modal dan manajemen dapat berubah pada tingkat pertumbuhan yang berbeda. Besarnya optimal perusahaan mungkin tercapai sebelum tercapainya efisiensi maksimal dari tenaga kerja, tetapi sesudah tenaga kerja itu mencapai imbangan yang optimal dengan modal. Imbangan yang paling baik antara pekerja ahli dengan pekerja kasar mungkin terdapat pada luas produksi yang berbeda – beda. Besarnya optimal perusahaan selalu berubah dan hal ini dipengaruhi oleh banyak factor, misalnya besarya dari watak persaingan, berubahnya selera konsumen, serta kemajuan teknologi atau konjungtur.

B. Struktur Modal
Dalam hubungan dengan struktur keuangan dan struktur kekayaan, dikenal dengan adanya pedoman atau aturan struktur keuangan yang konservatif, baik vertical maupun horizontal.  Aturan struktur financial (struktur keuangan ) konservatif yang vertical memberi batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahan mengenai besarnya modal asing (utang) dengan modal sendiri. Berdasarkan anggapan bahwa pembelajaan yang sehat itu pertama – tama itu harus dibangun atas dasar atas dasar modal sendiri, modal yang tahan resiko, maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing (utang) dalam keadaan bagaimanpun juga tidak melebihi besarnya modal sendiri. Koefisien utang, yaitu angka perbandingan antara jumlah modal dengan modal sendiri tidak melebihi 1:1. Setiap perluasan basis modal  akan memperbesar kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko yang akan dibelanjainya. Pandangan ini terutama didasarkan pada “prinsip keamanan”, hal ini akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kreditor maupun terhadap perusahaan sendiri.
Aturan struktur financial konservatif yang horizontal memberikan batas imbangan antara besarnya modal sendiri di satu pihak dengan besarnya aset tetapplus sediaan dilain pihak.aturan tersebut menyatakan bahwa secara keseluruhan “aset tetap”dan “sediaan” harus sepenuhnya ditutup atau dibelanjai dengan modal sendiri, yaitu modal yang tetap tertanam di  dalam prusahaan. Dengan kata lain, besarnya modal sendiri tidak boleh kurang atau lebih kecil dari jumlah aset tetap plus sediaan. Dengan demikian, keadaan yang dianggap normal oleh aturan tersebut ialah keadaan besarnya modal sendiri sama besarnya dengan jumlah aset tetap plus sediaan.
Apabila jumlah modal sendiri lebih kecil atau kurang dari besarnya aset tetap plus sediaan, berarti aset tetap tersebut “kurang tertutup” oleh modal sendiri, sehingga besarnya modal sendiri tidak cukup untuk menjamin atau menutup aset tetap tersebut. Aset tetap dan sediaan merupakan aset yang akan tetap terikat dalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama sehingga untuk mempelajari aset tersebut juga diperlukan modal yang akan tetap tertanam dalam perusahaan, yaitu dalam bentuk modal sendiri. Apabila besarnya modal sendiri lebih kecil dari aset tetap plus sediaan, berarti bahwa sebagian dari aset tersebut dibelanjai dengan modal asing. Apabila jangka waktu modal asing tersebut lebih pendek dari jangka waktu terikatnya dana dalam aset tersebut, hal ini akan menganggu likuiditas perusahaan yang bersangkutan. Sebaliknya, apabila jumlah modal sendiri lebih besar dari jumlah aset tetap tersebut, sehingga kelebihannya itu dapat digunakan untuk menutup sebgian aset lancar.
Jadi, modal sendiri kecil maka besarnya utang (modal asing) juga kecil,sebaliknya bila modal sendiri besar maka utang (modal asing) juga dapat besar, tetapi tidak melebihi besarnya modal sendiri.
Sebagai contoh, perusahaan X mempunyai modal sendiri Rp. 100.000, aset lancar Rp. 20.000 dan aset tak lancar Rp.80.000; sementara perusahaan Y mempunyai modal sendiri Rp.60.000, aset lancar Rp. 10.000, aset tak lancar Rp. 50.000. Perusahaan X dapat menambah utang maksimal Rp. 100.000, sedangkan perusahaan Y dapat menambah utang maksimal Rp. 60.000
Selain itu ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan tergantung pada :
                    a.          Anggaran Pembelian Material
                    Semakin besar kebutuhan material pada satu periode berarti memerlukan pembelian material yang semakin besar sehingga kemungkinan untuk tidak membayar dengan tunai akan semakin besar, karena kondisi keuangan yang terbatas.
                    b.         Syarat Pembayaran
                    Syarat pembayaran yang semakin lunak biasanya akan menjadikan nilai utangyang akan diambil semakin besar. Syarat pembayaran akan meliputi tingkat bunga, jangka waktu dan denda serta jatuh tempo pembayaran pada setiap bulan.
                    c.          Tersedianya modal kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang
                    Bila modal kerja yang tersedia relatif besar maka sebagian besar pembelianmaterial dan keperluan yang lain dilakukan secara tunai, sehingga akan meminimkanutang yang akan diambil.
                     d.         Kepercayaan Suplier dan Bank 
Bila perusahaan cukup mendapatkan kepercayaan dari para suplier dan pihak  pemberi kredit karena selama ini reputasinya cukup baik, maka akan lebih mudahuntuk mendapatkan fasilitas kredit baik dari para suplier dan pihak bank untuk masa-masa yang akan datang

2.5             Data Dan Informasi Untuk Menyusun Anggaran Utang
Adapun Data Dan Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain:
  1. Rencana pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian bahan mentah.
  2. Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar.
  3. Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan.
  4. Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual.
  5. Tersedianya modal kerja perusahaan.

            2.6           Ilustrasi Penyusunan Anggaran Utang
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan. Langkah pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian rutin untuk mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung anggaran utang usaha pada periode tertentu. Langkah ketiga, menyusun anggaran utang usaha.
Untuk menyusun anggaran utang jangka panjang untuk keperluan investasi, departemen keuangan bekerja dengan departemen produksi untuk mengumulkan data alat produksi yang dibeli sebagai langkah pertama. Langkh kedua mengumpulkan data jangka waktu kredit dan bunga serta pembayarannya, langkah ketiga, menghitung dan menentukan besarnya anggaran utang.
Dalam hal penyusunan anggaran utang dibuat ilustrasi penyusunan anggaran utang jangka pendek dan utang jangka panjang untuk kredit investasi.

A.                Bentuk Anggran Utang
Sebagaimana halnya dengan anggaran-anggaran yang lain untuk anggaran utang juga tidak mempunyai suatu bentuk standar yang harus dipergunakan ini berarti masing-masing perusahaan mempunyai kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya sesuai dengan keadaan perusahaan masing-masing.
Berdasarkan syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh pemasok (supplier) Bahan Mentah untuk tahun 2012 yang akan datang, yaitu sebesar 8/15, n/30, Perusahaan Adi Jaya menetapkan kebijakan pembayaran dalam pembelian-pembelian Bahan Mentahnya, adalah sebagai berikut:
  1. Sebanyak 50% dari transaksi pembelian dilakukan secara tunai sehingga perusahaan akan menerima potongan pembelian.
  2. Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), kurang dari batas waktu 15 hari, dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian perusahaan akan menerima potongan pembelian.
  3. Sebanyak 10% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih dari batas waktu 10 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. dengan demikian perusahaan tidak akan menerima potongan pembelian.
  4. Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih dari batas waktu 10 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan berikutnya setelah terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian perusahaan tidak akan menerima potongan pembelian.
Ditentukan Budget Pembelian Bahan Mentah memiliki data sebagai berikut:
Jumlah bahan yang akan dibeli
Jenis (A)
Jenis (B)
Jenis (C)
Jumlah
Januari
Rp 8.200.000
Rp 1.500.000
Rp 4.500.000
Rp 14.200.000
Februari
Rp 7.900.000
Rp 1.800.000
Rp 3.750.000
Rp 13.450.000
Maret
Rp 8.300.000
Rp 1.200.000
Rp 5.100.000
Rp 14.600.000
April
Rp 8.100.000
Rp 2.100.000
Rp 4.000.000
Rp 14.200.000
Mei
Rp 7.800.000
Rp 2.300.000
Rp 4.800.000
Rp 14.900.000
Juni
Rp 8.500.000
Rp 2.200.000
Rp 4.700.000
Rp 15.400.000
Juli
Rp 9.000.000
Rp 1.900.000
Rp 3.600.000
Rp 14.500.000
Agustus
Rp 8.800.000
Rp 1.700.000
Rp 4.800.000
Rp 15.300.000
September
Rp 8.800.00
Rp 2.300.000
Rp 3.800.000
Rp 14.900.000
Oktober
Rp 7.900.000
Rp 2.100.000
Rp 4.000.000
Rp 14.000.000
November
Rp 8.100.000
Rp 2.200.000
Rp 3.900.000
Rp 14.200.000
Desember
Rp 8.400.000
Rp 1.200.000
Rp 3.500.000
Rp 13.100.000

Dari data tersebut kebijakan perusahaan dalam melakukan pembayaran pembelian Bahan Mentah untuk bulan Januari 2012 ditetapkan sebagai berikut:
Ø  Dibayar pembelian tunai bulan Januari 2012 dengan potongan
  1. Sebanyak 50% x Rp 14.200.000                                 = Rp 7.100.000
Potongan : 8% x Rp 7.100.000                                   = (Rp  568.0000)
Dibayar tunai bulan Januari 2012                                   Rp 6.532.000           (a)
Ø  Dibayar utang bulan Januari 2012 dengan potongan
  1. Sebanyak 20% x Rp 14.200.000                                 = Rp 2.840.000
Potongan : 8% x Rp 2.690.000                                   = (Rp   227.200)
Dibayar utang bulan Januari 2012                                  Rp 2.612.800           (b)
Ø  Dibayar utang bulan Januari 2012 tanpa potongan
  1. Sebanyak 10% x Rp 14.200.000                                 = Rp 1.420.000           (c)
Ø  Dibayar utang bulan Januari 2012 yang dibayar pada bulan Februari sehingga tidak  mendapat potongan
  1. Sebanyak 20% x Rp 14.200.000                                 = Rp 2.840.000           (d)
Apabila dibuat rekapitulasi, maka rencana pembelian Bahan Mentah bulan Januari 2012 sebesar Rp 14.200.000 dengan utang sebesar = (b) Rp 2.612.800 + (c) Rp 1.420.000 + (d) Rp 2.840.000 = Rp 6.872.800
Pada bulan Januari utang yang akan dibayar sebesar = (b) Rp 2.612.800 + (c) Rp 1.420.000 = Rp 4.032.800 dan sisanya sebesar Rp 2.840.000 akan dibayar bulan Februari.
Demikian pula bulan-bulan berikutnya akan dibuat perhitungan yang sama sehingga dapat timbul suatu “Skedul Pembayaran Pelunasan Utang (Payable Schedule)”. Skedul ini merencanakan secara sistematis dan terperinci mengenai jumlah utang atas pembelian kredit dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
Berikut ini akan disajikan Skedul Pembayaran Pelunasan Utang Perusahaan Adi Jaya
Bulan Transaksi
Jumlah Utang (Rp)
Pembayaran Pelunasan Utang
Januari (Rp)
Februari (Rp)
Maret (Rp)
April (Rp)
Desember
7.850.000
2.990.000
-
-
-
Januari
6.872.800
4.032.800
2.840.000
-
-
Februari
6.509.800
-
3.819.800
2.690.000
-
Maret
7.066.400
-
-
4.146.400
2.920.000
April
6.872.800
-
-
-
4.032.800
Jumlah
-
7.022.800
6.659.800
6.836.400
6.952.800
Keterangan: Transaksi bulan Desember merupakan budget bulan Desember 2011
Bulan Transaksi
Jumlah Utang (Rp)
Pembayaran Pelunasan Utang
Mei (Rp)
Juni (Rp)
Juli (Rp)
Agustus
April
6.872.800
2.840.000
-
-
-
Mei
7.211.600
4.231.600
2.980.000
-
-
Juni
7.453.600
-
4.373.600
3.080.000
-
Juli
7.018.000
-
-
4.118.000
2.900.000
Agustus
7.405.200
-
-
-
4.345.200
Jumlah

7.071.600
7.353.600
7.198.000
7.245.200

Bulan Transaksi
Jumlah Utang (Rp)
Pembayaran Pelunasan Utang
September (Rp)
Oktober (Rp)
November (Rp)
Desember (Rp)
Agustus
7.405.200
3.060.000
-
-
-
September
7.211.600
4.231.600
2.980.000
-
-
Oktober
6.776.000
-
3.976.000
2.800.000
-
November
6.872.800
-
-
4.032.800
2.840.000
Desember
6.340.400
-
-
-
3.720.400
Jumlah

7.291.600
6.956.000
6.832.800
6.560.400

Dari skedul pembayaran pelunasan utang tersebut, dapat diketahui besarnya utang yang terjadi dari bulan ke bulan sebagai akibat transaksi penjualan kredit, selanjutnya Perusahaan Adi Jaya dapat menyusun Budget Utang untuk tahun 2012 sebagai berikut:
Bulan
Utang Awal (Rp)
Tambahan Utang (Rp)
Jumlah Utang (Rp)
Pembayaran Utang (Rp)
Utang Akhir (Rp)
Januari
2.990.000
6.872.800
9.862.800
7.022.800
2.840.000
Februari
2.840.000
6.509.800
9.349.800
6.659.800
2.690.000
Maret
2.690.000
7.066.400
9.756.400
6.836.400
2.920.000
April
2.920.000
6.872.800
9.792.800
6.952.800
2.840.000
Mei
2.840.000
7.211.600
10.051.600
7.071.600
2.980.000
Juni
2.980.000
7.453.600
10.433.600
7.353.600
3.080.000
Juli
3.080.000
7.018.000
10.098.000
7.198.000
2.900.000
Agustus
2.900.000
7.405.200
10.305.200
7.245.200
3.060.000
September
3.060.000
7.211.600
10.271.600
7.291.600
2.980.000
Oktober
2.980.000
6.776.000
9.756.000
6.956.000
2..800.000
November
2..800.000
6.872.800
9.672.800
6.832.800
2.840.000
Desember
2.840.000
6.340.400
9.180.400
6.560.400
2.620.000

 

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Utang merupakan kewajiban/utang sebagai hutang sekarang perusahaan yang timbul dari kejadian masa lalu, dengan persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi perusahaan, dan dapat menjadi sumber daya perusahaan. Karakteristik dari hutang meliputi; pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang,menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer asset,timbul akibat transaksi masa lalu.
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang kebalikan dari piutang. Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi. Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan cara membuat anggaran utang.
Faktor yang mempengaruhi anggaran utang yaitu ekspansi dan struktur modal. Selain itu ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan tergantung pada : Anggaran Pembelian Material, Syarat Pembayaran, Tersedianya modal kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang, Kepercayaan Suplier dan Bank. Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain: Rencana pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian bahan mentah, Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar, Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan, Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual, Tersedianya modal kerja perusahaan.
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan. Langkah pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian rutin untuk mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung anggaran utang usaha pada periode tertentu. Langkah ketiga, menyusun anggaran utang usaha.
Share this article :

Post a Comment

 
Contact Us | Privacy policy | Term of use | Site map
Copyright © 2011. Voith'Art . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger