BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Seiring perkembangan jaman yang
semakin pesat maka diikuti pula dengan perkembangan dalam dunia usaha. Setiap
perusahaan bersaing untuk meningkatkan kualitas dan eksisensinya di pasar.
Untuk mampu bersaing di pasar maka setiap perusahaan harus berusaha untuk
memperluas akses pasar dan berkembang untuk menjadi perusahaan yang lebih
besar. Sehingga manajemen perusahaan harus mampu berpikir kedepan untuk
mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan diawal yaiutu untuk memperoleh
laba dan mempertahankan kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya
perencanaan dan pengawasan yang memadai.
Salah satu usaha perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya dalah dengan perluasan pasar yang menyebabkan
peningkatan pada seluruh kegiatan perusahaan, baik dalam bidang produksi,
pemasaran maupun pengembangan yang lainnya. Meningkatkan aktivitas perusahaan
akan menyebabkan kebutuhan modal kerja yang meningkat. Modal kerja dapat
diperoleh salah satunya melalui utang, baik utang jangka pendek maupun jangka
panjang.
Utang yang timbul dalam suatu
perusahaan perlu dikelola dengan baik agar pemanfaatan dari utang dapat
dilakukan secara efisien dan efektif. Selain hal tersebut kita juga perlu untuk
merencanakan anggaran utang. Menyusun angaran utang penting bagi perusahaan
untuk memanajemen utang yang dimiliki sehingga frekuensi penambahan utang dan
pembayaran utang dapat dilakukan dengan lancar dan mampu memberikan kontribusi
kelancaran terhapad aktivitas perusahaan.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam paper ini terdiri dari :
a. Apakah
pengertian anggaran hutang?
b.
Apakah
manfaat dari penyusunan anggaran utang?
c.
Faktor
apakah yang mempengaruhi anggaran utang ?
d. Data dan
informasi apa saja yang digunakan untuk menyusun anggaran utang?
e. Bagaimanakah
ilustrasi dalam menyusun anggaran utang ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk
mengetahui apa itu anggaran hutang.
b.
Untuk
mengetahui manfaat dari penyusunan anggaran utang.
c.
Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi anggaran utang.
d. Untuk
mengetahui data dan informasi yang digunakan menyusun anggaran utang.
e. Untuk
mengetahui ilustrasi dalam menyusun anggaran utang .
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Anggaran Utang
Yang di maksud dengan anggaran utang (payable budget)
ialah Anggaran yang direncanakan secara sistematis dan lebih terperinci tentang
jumlah utang beserta perubahannya dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama
periode tertentu yang akan datang. Dari pengertian tersebut dapatlah diketahui
bahwa anggaran utang selain menunjukan jumlah utang perusahaan pada suatu saat
tertentu, juga menunjukan perubahanya (mutasinya), baik berupa tambahan utang
baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan
(sebagai pihak debitur). (Munandar 1985)
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan
membayar utang. Utang kebalikan dari piutang. Utang adalah kewajiban debitor
(peminjam) untuk melaksanakan sesuatu kepada kreditor (pemberi pinjaman) selama
jangka waktu tertentu. ( M.Nafarin, 2007 )
Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya
transaksi pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk
keperluan proses produksi. Pembelian–pembelian secara kredit ini dilakukan
karena dapat mengurangi kebutuhan modal kerja perusahaan. Biasanya pembelian
kredit semacam ini dilakukan dengan para pedagang pemasok (suplier) yang memang
sudah menjadi langganan tempat membeli.
2.2
Kegunaan Anggaran Utang
Menurut Munandar, kegunaan pokok anggaran utang secara
umum adalah sebagai berikut:
a.
Sebagai
pedoman kerja
Anggaran
utang memberikan arah dalam menentukan berapa jumlah utang dan perubahannya
(mutasinya), baik berupa tambahan utang baru, maupun pengurangan utang sebagai
akibat adanya pelunasan oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu yang akan
datang.
b. Sebagai alat
manajemen untuk koordinasi kerja
Anggaran berfungsi sebagai alat manajemen untuk
mengkoordinasikan kerja seluruh bagian dalam perusahaan berkaitan dengan
perencanaan jumlah utang sehingga dapat mengurangi kebutuhan modal kerja
perusahaan demi kelancaran jalannya perusahaan menjadi lebih terjamin.
c.
Sebagai alat
menajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja.
Anggaran
berfungsi sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi)
realisasi jumlah utang perusahaan nanti. Dengan demikian perusahaan dapat
membandingkan antara apa yang tertuang dalam anggaran, dengan apa yang telah
dicapai sehingga dapatlah dinilai. Dari analisis perbandingan tersebut akan
dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan antara anggaran dengan realisasinya.
Seringkali
kegunaan umum semacam ini disebut sebagai kegunaan manjerial, karena berkaitan
erat dengan fungsi manajemen, terutama di bidang perencanaan (planning),
pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan (controlling). Sedangkan secara
khusus, anggaran utang berguna sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Kas,
karena pelunasan utang tersebut akan merupakan pembayaran atau pengeluaran yang
mengurangi kas.
2.3 Manfaat anggaran utang
Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan
perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang
baik antara lain dengan cara membuat anggaran utang. Dengan anggaran utang
dapat diketahui saat utang tersebut diterima dan saat utang dibayar.
Menambah utang jangka pendek maupun jangka panjang
dimaksudkan untuk ekspansi, yaitu memperluas kegiatan perusahaan, memperluas
kegiatan produksi, memperluas kegiatan pemasaran dengan tujuan memperoleh laba
yang sebesar-besarnya.
Utang jangka pendek digunakan sebagai modal kerja,
yaitu untuk membiayai kegiatan rutin sehari-hari seperti membeli bahan baku
serta membayar gaji dan upah. Dengan bertambahnya utang jangka pendek berarti
bertambah pula bahan baku yang dibeli atau barang dagangan yang dibeli.
Utang jangka panjang digunakan untuk membiayai asset tidak
lancar seperti memperoleh bangunan, mesin dan peralatan lainnya. Utang jangka
panjang diperlukan sebagai akibat bertambahnya kebutuhan utang jangka pendek
untuk modal kerja. Bahan baku bertambah berarti kegiatan produksi meningkat dan
harus diimbangi dengan menambah bangunan dan peralatan yang diperlukan dalam
proses produksi dimana ekspansi ini pembiayaannya bersumber dari utang jangka
panjang. Bila keperluan investasi seperti menambah bangunan adan alat produksi
dibelanjai dari utang jangka pendek, hal ini dapat mengganggu likuiditas dan
mengganggu kelancaran membayar kewajiban yang segera harus dibayar.
Dengan peningkatan kegiatan produksi dan pemasaran
sebagai akibat peningkatan pembelanjaan dengan utang dapat memperbesar laba.
Dari segi pemasaran hal ini dapat merebut peluang pasar, sedangkan dari segi
produksi dapat menurunkan harga pokok produk sehingga harga jual menjadi
lebihrendah. Semakin tinggi tingkat produksi maka semakin rendah biaya tetap
per unit. Artinya semakin tinggi tingkat produksi maka semakin banyak bahan
baku yang dibeli dan semakin banyak bahan baku yang dibeli maka semakin banyak
kesmpatan untuk mendapatkan harga bahan baku per unit yang lebih murah. Oleh
karena itu, dapat menurunkan biaya variable per unit, karena bahan baku adalah
salah satu unsur biaya variable yang pokok. Hal tersebut akan memperbesar
volume barang yang dijual dan dapat memperbesar laba, yang pada akhirnya dapat
meningkatkan rentabilitas ekonomis.
2.4 Faktor yang
mempengaruhi anggaran utang
Factor yang mempengaruhi anggaran utang adalah :
a.
Ekspansi
b. Struktur
Modal
A.Ekspansi
Setiap perusahaan yang ingin menerapkan going concern
atau tetap berjalan dan sukses maka haruslah berusaha untuk dapat selalu
berkembang. Berkembangnya suatu perusahaan selalu menyangkut masalah
pembelanjaan. Perusahaan yang mengadakan ekspansi selalu membutuhkan tambahan
modal. Kebutuhan modal untuk keperluan ekspansi semakin lama semakin besar
karena sifat ekspansi perusahaan yang dilakukan scara berangsur-angsur.
Pada umumnya ekspansi hanya membutuhkan tambahan modal
kerja karena perusahaan bekerja pada kapasitas produksi yang sudah ada. Namun
apabila kemudian perusahaan harus menambah alat produksi atau membangun pabrik
baru maka kebutuhan modalnya akan bertambah. Pada ekspansi ini selain
dibutuhkan tambahan modal kerja juga dibutuhkan tambahan modal tetap. Dengan
demikin pengertian ekspansi itu dimaksudkan sebagai perluasan modal, baik
perluasan modal kerja saja maupun modal kerja dan modal tetap, yang digunakan
secara tetap dan terus menerus di dalam perusahaan. Perluasan modal ini dapat
memperbesar utang.
Apabila ekspansi perusahaan berdasarkan atas
pertimbangan untuk memperbesar atau menstabilisasi laba yang diperoleh, maka
ekspansi tersebut Karena motif ekonomi. Hal ini terjadi misalnya karena semakin
besarnya permintaan terhadap barang atau jasa yang dibuat oleh suatu
perusahaan. Makin luas pasar bagi produknya mendorong perusahaan tersebut untuk
memperbanyak produksinya guna mengimbangi tambahan permintaan atau tambahan
luas pasar. Makin besar jumlah produk yang dijual berarti makin besar
kemungkinan perusahaan untuk mendaat laba, sehingga setiap pemimpin perusahaan
mempunyai harapan untuk dapat selalu mengembangkan dan memperluas
perusahaannya.
Disamping motif ekonomi atau motif rasional yang
diuraikan diatas, terdapat motif lainnya yaitu motif fsikologis. Motif
psikologis adalah motif yang berdasarkan atas ambisi personal dari pemilik atau
pemimpin perusahaan untuk memperoleh prestise dan kekuasaan yang lebih besar.
Masalah yang penting dalam ekspansi ialah masalah
penentuanbesarnya optimal perusahaan. Besarnya optimal perusahaan berbeda
disetiap perusahaan bahkan dalam satu perusahaanpun efisien maksimal dari
tenaga kerja, modal dan manajemen dapat berubah pada tingkat pertumbuhan yang
berbeda. Besarnya optimal perusahaan mungkin tercapai sebelum tercapainya
efisiensi maksimal dari tenaga kerja, tetapi sesudah tenaga kerja itu mencapai
imbangan yang optimal dengan modal. Imbangan yang paling baik antara pekerja
ahli dengan pekerja kasar mungkin terdapat pada luas produksi yang berbeda –
beda. Besarnya optimal perusahaan selalu berubah dan hal ini dipengaruhi oleh
banyak factor, misalnya besarya dari watak persaingan, berubahnya selera
konsumen, serta kemajuan teknologi atau konjungtur.
B. Struktur Modal
Dalam hubungan dengan struktur keuangan dan struktur
kekayaan, dikenal dengan adanya pedoman atau aturan struktur keuangan yang
konservatif, baik vertical maupun horizontal. Aturan struktur financial
(struktur keuangan ) konservatif yang vertical memberi batas imbangan yang
harus dipertahankan oleh suatu perusahan mengenai besarnya modal asing (utang)
dengan modal sendiri. Berdasarkan anggapan bahwa pembelajaan yang sehat itu
pertama – tama itu harus dibangun atas dasar atas dasar modal sendiri, modal
yang tahan resiko, maka aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya
modal asing (utang) dalam keadaan bagaimanpun juga tidak melebihi besarnya
modal sendiri. Koefisien utang, yaitu angka perbandingan antara jumlah modal
dengan modal sendiri tidak melebihi 1:1. Setiap perluasan basis modal
akan memperbesar kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko yang akan
dibelanjainya. Pandangan ini terutama didasarkan pada “prinsip keamanan”, hal
ini akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kreditor maupun terhadap
perusahaan sendiri.
Aturan struktur financial konservatif yang horizontal
memberikan batas imbangan antara besarnya modal sendiri di satu pihak dengan
besarnya aset tetapplus sediaan dilain pihak.aturan tersebut menyatakan bahwa
secara keseluruhan “aset tetap”dan “sediaan” harus sepenuhnya ditutup atau
dibelanjai dengan modal sendiri, yaitu modal yang tetap tertanam di dalam
prusahaan. Dengan kata lain, besarnya modal sendiri tidak boleh kurang atau lebih
kecil dari jumlah aset tetap plus sediaan. Dengan demikian, keadaan yang
dianggap normal oleh aturan tersebut ialah keadaan besarnya modal sendiri sama
besarnya dengan jumlah aset tetap plus sediaan.
Apabila jumlah modal sendiri lebih kecil atau kurang
dari besarnya aset tetap plus sediaan, berarti aset tetap tersebut “kurang
tertutup” oleh modal sendiri, sehingga besarnya modal sendiri tidak cukup untuk
menjamin atau menutup aset tetap tersebut. Aset tetap dan sediaan merupakan
aset yang akan tetap terikat dalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama
sehingga untuk mempelajari aset tersebut juga diperlukan modal yang akan tetap
tertanam dalam perusahaan, yaitu dalam bentuk modal sendiri. Apabila besarnya
modal sendiri lebih kecil dari aset tetap plus sediaan, berarti bahwa sebagian
dari aset tersebut dibelanjai dengan modal asing. Apabila jangka waktu modal
asing tersebut lebih pendek dari jangka waktu terikatnya dana dalam aset
tersebut, hal ini akan menganggu likuiditas perusahaan yang bersangkutan.
Sebaliknya, apabila jumlah modal sendiri lebih besar dari jumlah aset tetap
tersebut, sehingga kelebihannya itu dapat digunakan untuk menutup sebgian aset
lancar.
Jadi, modal sendiri kecil maka besarnya utang (modal
asing) juga kecil,sebaliknya bila modal sendiri besar maka utang (modal asing)
juga dapat besar, tetapi tidak melebihi besarnya modal sendiri.
Sebagai contoh, perusahaan X mempunyai modal sendiri
Rp. 100.000, aset lancar Rp. 20.000 dan aset tak lancar Rp.80.000; sementara
perusahaan Y mempunyai modal sendiri Rp.60.000, aset lancar Rp. 10.000, aset
tak lancar Rp. 50.000. Perusahaan X dapat menambah utang maksimal Rp. 100.000,
sedangkan perusahaan Y dapat menambah utang maksimal Rp. 60.000
Selain
itu ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan
tergantung pada :
a.
Anggaran
Pembelian Material
Semakin besar kebutuhan material pada satu periode berarti
memerlukan pembelian material yang semakin besar sehingga kemungkinan
untuk tidak membayar dengan tunai akan semakin besar, karena kondisi
keuangan yang terbatas.
b.
Syarat
Pembayaran
Syarat pembayaran yang semakin lunak biasanya akan menjadikan nilai utangyang
akan diambil semakin besar. Syarat pembayaran akan meliputi tingkat
bunga, jangka waktu dan denda serta jatuh tempo pembayaran pada setiap
bulan.
c.
Tersedianya
modal kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang
Bila modal kerja yang tersedia relatif besar maka sebagian besar
pembelianmaterial dan keperluan yang lain dilakukan secara tunai, sehingga akan
meminimkanutang yang akan diambil.
d.
Kepercayaan
Suplier dan Bank
Bila perusahaan cukup mendapatkan
kepercayaan dari para suplier dan pihak pemberi kredit karena selama
ini reputasinya cukup baik, maka akan lebih mudahuntuk mendapatkan fasilitas
kredit baik dari para suplier dan pihak bank untuk masa-masa yang akan datang
2.5
Data Dan Informasi Untuk Menyusun Anggaran Utang
Adapun Data Dan Informasi yang diperlukan untuk
menyusun budget utang antara lain:
- Rencana pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian bahan mentah.
- Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar.
- Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan.
- Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual.
- Tersedianya modal kerja perusahaan.
2.6
Ilustrasi Penyusunan Anggaran Utang
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab
departemen keuangan. Langkah pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan
departemen pembelian rutin untuk mengumpulkan data belian dan syaratnya.
Langkah kedua, menghitung anggaran utang usaha pada periode tertentu. Langkah
ketiga, menyusun anggaran utang usaha.
Untuk menyusun anggaran utang jangka panjang untuk
keperluan investasi, departemen keuangan bekerja dengan departemen produksi
untuk mengumulkan data alat produksi yang dibeli sebagai langkah pertama.
Langkh kedua mengumpulkan data jangka waktu kredit dan bunga serta
pembayarannya, langkah ketiga, menghitung dan menentukan besarnya anggaran
utang.
Dalam hal penyusunan anggaran utang dibuat ilustrasi
penyusunan anggaran utang jangka pendek dan utang jangka panjang untuk kredit
investasi.
A.
Bentuk
Anggran Utang
Sebagaimana halnya dengan anggaran-anggaran yang lain
untuk anggaran utang juga tidak mempunyai suatu bentuk standar yang harus
dipergunakan ini berarti masing-masing perusahaan mempunyai kebebasan untuk
menentukan bentuk serta formatnya sesuai dengan keadaan perusahaan masing-masing.
Berdasarkan syarat pembayaran (term of payment) yang
ditawarkan oleh pemasok (supplier) Bahan Mentah untuk tahun 2012 yang akan
datang, yaitu sebesar 8/15, n/30, Perusahaan Adi Jaya menetapkan kebijakan
pembayaran dalam pembelian-pembelian Bahan Mentahnya, adalah sebagai berikut:
- Sebanyak 50% dari transaksi pembelian dilakukan secara tunai sehingga perusahaan akan menerima potongan pembelian.
- Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), kurang dari batas waktu 15 hari, dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian perusahaan akan menerima potongan pembelian.
- Sebanyak 10% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih dari batas waktu 10 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi tersebut. dengan demikian perusahaan tidak akan menerima potongan pembelian.
- Sebanyak 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit (utang), lebih dari batas waktu 10 hari dengan pelunasan pembayaran dilakukan pada bulan berikutnya setelah terjadinya transaksi tersebut. Dengan demikian perusahaan tidak akan menerima potongan pembelian.
Ditentukan
Budget Pembelian Bahan Mentah memiliki data sebagai berikut:
Jumlah bahan yang akan dibeli
|
Jenis (A)
|
Jenis (B)
|
Jenis (C)
|
Jumlah
|
Januari
|
Rp
8.200.000
|
Rp
1.500.000
|
Rp
4.500.000
|
Rp
14.200.000
|
Februari
|
Rp
7.900.000
|
Rp
1.800.000
|
Rp
3.750.000
|
Rp
13.450.000
|
Maret
|
Rp
8.300.000
|
Rp
1.200.000
|
Rp
5.100.000
|
Rp
14.600.000
|
April
|
Rp
8.100.000
|
Rp
2.100.000
|
Rp
4.000.000
|
Rp
14.200.000
|
Mei
|
Rp
7.800.000
|
Rp
2.300.000
|
Rp
4.800.000
|
Rp
14.900.000
|
Juni
|
Rp
8.500.000
|
Rp
2.200.000
|
Rp
4.700.000
|
Rp
15.400.000
|
Juli
|
Rp
9.000.000
|
Rp
1.900.000
|
Rp
3.600.000
|
Rp
14.500.000
|
Agustus
|
Rp
8.800.000
|
Rp
1.700.000
|
Rp
4.800.000
|
Rp
15.300.000
|
September
|
Rp
8.800.00
|
Rp
2.300.000
|
Rp
3.800.000
|
Rp
14.900.000
|
Oktober
|
Rp
7.900.000
|
Rp
2.100.000
|
Rp
4.000.000
|
Rp
14.000.000
|
November
|
Rp
8.100.000
|
Rp
2.200.000
|
Rp
3.900.000
|
Rp
14.200.000
|
Desember
|
Rp
8.400.000
|
Rp 1.200.000
|
Rp
3.500.000
|
Rp
13.100.000
|
Dari data tersebut kebijakan perusahaan dalam
melakukan pembayaran pembelian Bahan Mentah untuk bulan Januari 2012 ditetapkan
sebagai berikut:
Ø Dibayar
pembelian tunai bulan Januari 2012 dengan potongan
- Sebanyak 50% x Rp 14.200.000 = Rp 7.100.000
Potongan : 8% x Rp
7.100.000
= (Rp 568.0000)
Dibayar tunai bulan Januari
2012
Rp 6.532.000 (a)
Ø Dibayar
utang bulan Januari 2012 dengan potongan
- Sebanyak 20% x Rp 14.200.000 = Rp 2.840.000
Potongan : 8% x Rp
2.690.000
= (Rp 227.200)
Dibayar utang bulan Januari
2012
Rp 2.612.800 (b)
Ø Dibayar
utang bulan Januari 2012 tanpa potongan
- Sebanyak 10% x Rp 14.200.000 = Rp 1.420.000 (c)
Ø Dibayar
utang bulan Januari 2012 yang dibayar pada bulan Februari sehingga tidak mendapat potongan
- Sebanyak 20% x Rp 14.200.000 = Rp 2.840.000 (d)
Apabila
dibuat rekapitulasi, maka rencana pembelian Bahan Mentah bulan Januari 2012
sebesar Rp 14.200.000 dengan utang sebesar = (b)
Rp 2.612.800 + (c) Rp 1.420.000 + (d) Rp 2.840.000 = Rp 6.872.800
Pada bulan
Januari utang yang akan dibayar sebesar = (b) Rp
2.612.800 + (c) Rp 1.420.000 = Rp 4.032.800 dan
sisanya sebesar Rp 2.840.000 akan dibayar bulan Februari.
Demikian
pula bulan-bulan berikutnya akan dibuat perhitungan yang sama sehingga dapat
timbul suatu “Skedul Pembayaran Pelunasan Utang (Payable Schedule)”. Skedul ini
merencanakan secara sistematis dan terperinci mengenai jumlah utang atas
pembelian kredit dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
Berikut ini akan disajikan Skedul Pembayaran Pelunasan
Utang Perusahaan Adi Jaya
Bulan Transaksi
|
Jumlah Utang (Rp)
|
Pembayaran Pelunasan Utang
|
|||
Januari (Rp)
|
Februari (Rp)
|
Maret (Rp)
|
April (Rp)
|
||
Desember
|
7.850.000
|
2.990.000
|
-
|
-
|
-
|
Januari
|
6.872.800
|
4.032.800
|
2.840.000
|
-
|
-
|
Februari
|
6.509.800
|
-
|
3.819.800
|
2.690.000
|
-
|
Maret
|
7.066.400
|
-
|
-
|
4.146.400
|
2.920.000
|
April
|
6.872.800
|
-
|
-
|
-
|
4.032.800
|
Jumlah
|
-
|
7.022.800
|
6.659.800
|
6.836.400
|
6.952.800
|
Keterangan:
Transaksi bulan Desember merupakan budget bulan Desember 2011
Bulan Transaksi
|
Jumlah Utang (Rp)
|
Pembayaran Pelunasan Utang
|
|||
Mei (Rp)
|
Juni (Rp)
|
Juli (Rp)
|
Agustus
|
||
April
|
6.872.800
|
2.840.000
|
-
|
-
|
-
|
Mei
|
7.211.600
|
4.231.600
|
2.980.000
|
-
|
-
|
Juni
|
7.453.600
|
-
|
4.373.600
|
3.080.000
|
-
|
Juli
|
7.018.000
|
-
|
-
|
4.118.000
|
2.900.000
|
Agustus
|
7.405.200
|
-
|
-
|
-
|
4.345.200
|
Jumlah
|
7.071.600
|
7.353.600
|
7.198.000
|
7.245.200
|
|
Bulan Transaksi
|
Jumlah Utang (Rp)
|
Pembayaran Pelunasan Utang
|
|||
September (Rp)
|
Oktober (Rp)
|
November (Rp)
|
Desember (Rp)
|
||
Agustus
|
7.405.200
|
3.060.000
|
-
|
-
|
-
|
September
|
7.211.600
|
4.231.600
|
2.980.000
|
-
|
-
|
Oktober
|
6.776.000
|
-
|
3.976.000
|
2.800.000
|
-
|
November
|
6.872.800
|
-
|
-
|
4.032.800
|
2.840.000
|
Desember
|
6.340.400
|
-
|
-
|
-
|
3.720.400
|
Jumlah
|
7.291.600
|
6.956.000
|
6.832.800
|
6.560.400
|
|
Dari skedul pembayaran pelunasan utang tersebut, dapat
diketahui besarnya utang yang terjadi dari bulan ke bulan sebagai akibat
transaksi penjualan kredit, selanjutnya Perusahaan Adi Jaya dapat menyusun
Budget Utang untuk tahun 2012 sebagai berikut:
Bulan
|
Utang Awal (Rp)
|
Tambahan Utang (Rp)
|
Jumlah Utang (Rp)
|
Pembayaran Utang (Rp)
|
Utang Akhir (Rp)
|
Januari
|
2.990.000
|
6.872.800
|
9.862.800
|
7.022.800
|
2.840.000
|
Februari
|
2.840.000
|
6.509.800
|
9.349.800
|
6.659.800
|
2.690.000
|
Maret
|
2.690.000
|
7.066.400
|
9.756.400
|
6.836.400
|
2.920.000
|
April
|
2.920.000
|
6.872.800
|
9.792.800
|
6.952.800
|
2.840.000
|
Mei
|
2.840.000
|
7.211.600
|
10.051.600
|
7.071.600
|
2.980.000
|
Juni
|
2.980.000
|
7.453.600
|
10.433.600
|
7.353.600
|
3.080.000
|
Juli
|
3.080.000
|
7.018.000
|
10.098.000
|
7.198.000
|
2.900.000
|
Agustus
|
2.900.000
|
7.405.200
|
10.305.200
|
7.245.200
|
3.060.000
|
September
|
3.060.000
|
7.211.600
|
10.271.600
|
7.291.600
|
2.980.000
|
Oktober
|
2.980.000
|
6.776.000
|
9.756.000
|
6.956.000
|
2..800.000
|
November
|
2..800.000
|
6.872.800
|
9.672.800
|
6.832.800
|
2.840.000
|
Desember
|
2.840.000
|
6.340.400
|
9.180.400
|
6.560.400
|
2.620.000
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Utang merupakan kewajiban/utang
sebagai hutang sekarang perusahaan yang timbul dari kejadian masa lalu, dengan
persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi perusahaan, dan dapat menjadi
sumber daya perusahaan. Karakteristik dari hutang meliputi; pengorbanan manfaat
ekonomi masa mendatang,menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer
asset,timbul akibat transaksi masa lalu.
Anggaran
Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang kebalikan dari
piutang. Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi
pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses
produksi. Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang
tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan
cara membuat anggaran utang.
Faktor yang
mempengaruhi anggaran utang yaitu ekspansi dan struktur modal. Selain itu ada factor
lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan tergantung
pada : Anggaran Pembelian Material, Syarat Pembayaran, Tersedianya modal kerja
dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang, Kepercayaan Suplier dan Bank.
Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain: Rencana
pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian
bahan mentah, Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar, Posisi perusahaan
terhadap pihak pemasok bahan, Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak
penjual, Tersedianya modal kerja perusahaan.
Penyusunan
anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan. Langkah pertama,
departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian rutin untuk
mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung anggaran
utang usaha pada periode tertentu. Langkah ketiga, menyusun anggaran utang usaha.
home
Home
Post a Comment