News Update :
Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Begini Cara Cek Tekanan Ban

Jakarta, – Mengecek tekanan ban sepeda motor tidak sesimpel yang dibayangkan. Hanya dengan melihat alat ukur saat mengisi angin ternyata belum cukup. Ada hal lain yang harus diperhatikan, terutama berhubungan dengan keselamatan berkendara.

produsen ban selalu merekomendasikan bahwa untuk mengecek tekanan, ban harus dalam keadaan ”dingin”, atau berada pada temperatur suhu normal.

Artinya, saat ban sudah digunakan beberapa jam, atau setelah parkir di tempat yang panas, ban akan menyerap panas. Kondisi ini memicu naiknya temperatur, dan saat diukur akan terbaca relatif lebih tinggi.

Para pebalap profesional yang mengecek temperatur ban setelah berputar di trek dengan alat khusus. Kenaikan suhu digunakan sebagai barometer untuk mengestimasi temperatur dan melihat kemampuan cengkeraman ban yang maksimal.

Saat mengukur, usahakan alat ukur dalam posisi yang benar. Pastikan tidak ada hambatan yang membuat alat ukur membaca tidak akurat. Misalnya, posisi pompa atau selang angin yang terlipat, atau posisi memompa yang tak tepat masuk pada pentil.

Usai atau sebelum memompa, usahakan selalu melihat kondisi ban dengan memutarnya sekilas. Hal ini untuk memastikan bahwa ban tidak mendapat gangguan seperti benda tajam yang menancap, atau ada hal lain yang membahayakan seperti kondisi kerekatan.

Ada baiknya membeli pemompa sepeda elektronik atau alat ukur biasa, untuk terus memastikan tekanan ban tetap baik saat di jalan.

Sumber: otomotif.kompas.com
comments | | Read More...

Indonesia Belum Sampai Tahap Uji Tabrak

Karawang – Level Indonesia sampai saat ini masih di tahapan sebagai produsen mobil bertaraf internasional. Tak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga permintaan pasar luar negeri.

Ketika bicara evaluasi produk, produsen di Indonesia menyerahkannya ke prinsipal utama. Seperti masalah pengujian tingkat keamanannnya dengan crash test (uji tabrak).

Menurut Yui Hastoro, Direktur Teknikal dan Proyek Engineering PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (26/1/2016), di Karawang, Jawa Barat, untuk mencapai level produsen yang bisa menyelenggarakan uji tabrak sangat panjang.

”Kenapa tidak dibikin crash test di sini? Karena produsen harus melalui tahapan industri yang teratur. Petrama, istilahnya menerima gambar, lalu membuat. Kedua, bisa mendesain mobil, lalu membuat. Desain dalam hal ini sudah detail, termasuk piranti keselamatan,” ujar Yui.

Yui melanjutkan, tahapan paling ”ultimate” dalam sebuah industri otomotif adalah berada di level evaluator. Produsen tak hanya bisa mendesain dan membuat, tetapi juga mengevaluasi produk. Saat ini, Indonesia belum mencapai level tersebut, dan masih berada di level kedua yang sudah mulai mendesain dan membuat mobil.

Loncat ke tahap ketiga pun juga banyak yang harus dilakukan, termasuk hal yang detail. Yui memberi contoh, ketika produsen merakit kantung udara, semua hal yang berkaitan dengan cara kerja harus diurut, seperti berapa waktu komponen itu meledak, atau berapa tekanannya dan sebagainya.

Indonesia, menurut Yui, bukan berarti tidak mampu melakukannya. Namun saat ini fokus industri, terutama TMMIN adalah mengejar produksi untuk memenuhi permintaan dan terus meningkatkan pencapaian untuk kemudian menuju tahapan paling utama.

Sumber: otomotif.kompas.com
comments | | Read More...

Etape Pamungkas Petualangan Datsun di Kalimantan Resmi Dimulai

Dua etape petualangan Datsun Risers Expedition (DRE) di bumi Borneo telah bergulir selama dua pekan dan menuntaskan perjalanan sejauh 1.332 km. Kini, etape ketiga yang rencananya menggenapkan seluruh rangkaian ekpedisi gelombang III sejauh 2.000 km resmi dimulai dari diler Nissan-Datsun Ayani di Pontianak, Selasa (26/1/2016).

Pelepasan DRE etape ketiga diresmikan oleh Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani dan Operational Manager Nissan Ayani Go Tji Fong.

“Sebagai produk LCGC (low cost green car) pertama dan satu-satunya yang menyelenggarakan ekspedisi ke seluruh Indonesia, kami tidak hanya sekadar menunjukan kepercayaan akan kualitas dan performa Datsun dalam menaklukan jalur Kalimantan yang ekstrem,” kata Hana dalam keterangan resminya.

Pada dua etape sebelumnya DRE telah menjelajah ke Kalimantan Timur dan Selatan, sekarang total lima unit MPV Go+ Panca yang diisi 15 peserta bakal fokus mengeksplorasi Kalimantan Barat. Start dari Pontianak, selama empat hari rombongan bakal mengarah ke Landak, lalu Ngabang, kemudian menengok kondisi perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, lantas kembali ke Pontianak.

Tidak lupa, DRE akan meninggalkan jejak aksi sosial berupa penyerahan donasi dan dan buku-buku pendidikan buat SDN 001 Miau Baru Kutai Timur dan SDN Loksado.

“Melalui program ini, kami sekaligus ingin menempatkan relevansi merek Datsun dalam konteks kearifan budaya lokal Indonesia untuk mendekatkan risers, Datsun, dan masyarakat lokal melalui program CSR yang menginspirasi,” ujar Hana.

Sumber: otomotif.kompas.com
comments | | Read More...

Mesin Yamaha Xabre dan R15 Beda Tipis

Yamaha Xabre yang baru diluncurkan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memiliki kapasaitas mesin 150 cc. Mesin ini pun sama dengan yang digunakan oleh saudaranya, yakni R15.

Meski demkian tetap ada perbedaan yang sudah disesuaikan. M Abidin sebagai GM Aftersales Service and Motor Sport YIMM, mengatakan perbedaan dari keduanya adalah pada sistem engine control unit atau ECU.

"Sama mesin tapi beda setingannya, Xabre dirancang untuk segmen beda dan fungsinya juga lebih ke extreme fun riding, bukan ke arah yang sport," ucap Abidin saat berbincang dengan beberapa wartawan, Nuda Dua, Selasa (26/1/2016).

Menurut Abidin, hal ini dilakukan untuk membedakan secara fungsi dan kelas. Selain dari ECU, pembeda terbesar juga mengenai gaya berkendara, R15 dibuat benar-benar dengan model sport sejati.

Naik R15 membuat pengendara harus membungkukan badan, sedangkan Xabre justru kebalikannya.

"Xabre punya handle bar lebih besar yang membuat posisi berkendara lebih tegak, beda dengan R15. Bahkan bila melihat spek dimensi, lengan ayun Xabre juga dirancang lebih panjang 15 mm untuk mengejar kestabilan," ucap Dyon.

Tingkat kestabilan dari Xabre sendiri diklaim Yamaha cukup imbang diangka 50:50. Hal disebabkan fungsi beberapa fitur yang dibuat untuk memberikan sensasi berkendara yang fun.

Sumber: otomania.com
comments | | Read More...

Ban Baru Buat Rossi Harus Ubah Gaya Membalap

Pemakaian ban Michelin untuk balapan MotoGP 2016, menuntut penyesuaian dari semua tim peserta, termasuk Yamaha. Pembalap andalan Tim Garpu Tala, Valentino Rossi, mengaku harus sedikit mengubah gaya membalapnya.

"Tipe ban baru ini memang berbeda. Dibutuhkan setelan baru di motor," kata Rossi dalam jumpa pers peluncuran motor anyar Yamaha Xabre di Mulia Resort,
Nusa Dua, Bali, Selasa 26 Januari 2016.

Seri MotoGP 2016 akan mulai digelar pada 3 April di Qatar. Setelah menjalani 18 seri, MotoGP 2016 ditutup seri terakhir di Valencia pada 13 November 2016. Jadi, masih cukup waktu bagi Rossi dan Yamaha untuk beradaptasi.

"Artinya, selain butuh adaptasi lagi, saya butuh sedikit mengubah gaya membalap," lanjut Rossi, juara dunia enam kali kelas Premier MotoGP ini.

Yamaha dan semua kontestan MotoGP 2016, memang harus segera menyesuaikan dengan regulasi baru terkait ECU tunggal dan ban Michelin. Yamaha juga masih melakukan uji coba untuk menempatkan tangki bahan bakar di bagian belakang motor.

Sumber: viva.co.id

comments | | Read More...

Categories

Artikel (69) Auditing (7) Bisnis (3) Download (8) Ekonomi (3) Health (21) Lyric (2) Makalah (32) News (73) Otomotif (5) promosi (1) Sport (4) Tekno (15) wisata (15)
 
Contact Us | Privacy policy | Term of use | Site map
Copyright © 2011. Voith'Art . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger